Kronologi Lengkap Taqy Malik Dituduh Mark Up Wakaf Alquran di Tanah Suci, Menggegerkan!
Tak berhenti pada isu harga, Randy juga menyoroti metode distribusi. Ia menuding mushaf tidak langsung disalurkan saat dana diterima, melainkan ditimbun terlebih dahulu hingga mencapai 2.000–3.000 eksemplar.
"Masalah kedua, dia menimbun sampai terkumpul 2.000-3.000 mushaf baru berangkat menyalurkan. Poinnya, kalau amanah hari ini, ya, antar hari ini (disalurkan), bukan ditunggu sebulan demi konten," tegasnya.
Menurut Randy, praktik tersebut tidak sesuai dengan prinsip amanah dalam wakaf. Ia mengaku merasa dirugikan, baik secara pribadi maupun dalam lingkup komunitas Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi.
"Saya di Tanah Suci menjaga teman-teman agar kerja semua nyaman, dia yang enggak tinggal di sini tapi memanfaatkan peluang yang akhirnya merugikan saya dan teman-teman," ujarnya.
Isu semakin meluas setelah kreator konten Aji Surya Wijaya ikut angkat bicara. Ia mengaku sudah lima tahun bolak-balik ke Arab Saudi dan tidak pernah menemukan harga mushaf di Makkah atau Madinah mencapai 80 riyal.
Pernyataan itu menambah tekanan publik terhadap Taqy. Kolom komentar media sosialnya pun mulai dibanjiri kritik dan pertanyaan.
menjadi pertanyaan sekarang, seperti apa klarifikasi Taqy Malik? Simak beritanya sampai selesai.