Kasus Obesitas di Indonesia Meroket, Darurat Kesehatan!
Dokter Ingrid menekankan bahwa masyarakat perlu waspada dengan lemak perut. Sebab, lemak perut lebih berbahaya, karena bisa memicu berbagai penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, sakit jantung, stroke, gangguan pernapasan seperti mendengkur dan sleep apnea, hingga beberapa jenis kanker.
"Pada laki-laki, lingkar perut lebih dari 90 cm perlu diwaspadai. Sementara itu, pada perempuan warning sign-nya lebih dari 80 cm," papar dr Ingrid.
Diet yang menjanjikan penurunan berat badan dalam waktu singkat biasanya hanya mengurangi cairan dan massa otot, bukan lemak. Tubuh juga akan menganggap keadaan ini sebagai 'krisis energi', sehingga metabolisme melambat.
Akibatnya, tubuh menjadi mudah lelah, hormon terganggu, dan berat badan cepat naik kembali setelah diet dihentikan (efek yo-yo).
"Penurunan yang sehat itu stabil dan berkelanjutan, bukan cepat tapi berisiko," ujar dr Ingrid.