Jenazah Komedian Temon Akan Dimakamkan di TPU Tanah Kusir Siang Ini
"Dari sekolah dia waktu masih kecil dia tuh waktu umur lima tahun emang kakak-kakaknya pada sekolah, dia ngikut, dia pengen sekolah. Dia lima tahun emang pengen sekolah masuk ke sekolah. Dia di sekolah emang pintar, dari SD, SMP, SMA dia selalu juara," katanya.
Prestasi akademik tersebut mengantarkan Temon diterima di SMA Negeri 3 Jakarta sebelum melanjutkan pendidikan ke Universitas Indonesia melalui jalur PMDK. Selama menempuh pendidikan, dia disebut selalu memperoleh beasiswa sehingga tidak membebani keluarga.
"Sampai dia lulus, dia kan masuk SMA 3, SMA 3 terus dapat PMDK di UI, lulus. Dia dari kecil sampai besar emang enggak pernah keluar duit untuk biaya, beasiswa. Makanya meninggalkan, wah dia di keluarga paling pintar, punya kelebihan," ujarnya.
Sebelum berkarier di dunia hiburan, Temon sempat bekerja sebagai Human Resources Department (HRD) di sebuah perusahaan selama sekitar tiga tahun. Namun, kecintaannya pada dunia seni membuat dia memutuskan beralih profesi menjadi pekerja seni.
"Iya, sempat jadi HRD. Pernah di LT kalau enggak salah, perusahaan LT, dia HRD tiga tahunan," katanya.
Karier Temon di dunia hiburan dimulai sebagai penyiar di Radio SK (Suara Kejayaan), sebelum akhirnya dikenal luas sebagai komedian yang menghibur masyarakat Indonesia.
"Pekerja seni dia udah lama dia emang kan dari radio dulu. Radio SK namanya, Suara Kejayaan," ujarnya.
Editor: Dani M Dahwilani