Happy Salma Salut Banyak Seniman Indonesia Berkarya karena Cinta Tradisi
Program pendampingan tersebut berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama berupa asesmen dan pemetaan komunitas seni untuk mengidentifikasi sanggar yang memiliki potensi berkembang. Selanjutnya, sanggar terpilih akan mengikuti pendampingan intensif yang mencakup penguatan kualitas artistik, kapasitas organisasi, hingga pengembangan karya pertunjukan.
Proses seleksi diawali dengan penilaian terhadap 10 kandidat sanggar oleh maestro tari tradisi Elly Luthan dan aktor sekaligus pelaku seni Joned Suryatmoko. Dari hasil evaluasi, lima sanggar terbaik kemudian mempresentasikan program mereka di hadapan panelis yang terdiri dari Happy Salma, akademisi seni pertunjukan Nungki Kusumastuti, produser Teater Koma Sari Madjid, serta budayawan dan dalang Nanang Hape.
Nungki Kusumastuti berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh sanggar yang terpilih untuk memperkuat tata kelola organisasi sekaligus menyiapkan langkah menuju kemandirian.
"Terpilih sebagai Sanggar Bakti BCA tentu menjadi sebuah pencapaian sekaligus tanggung jawab. Saya berharap sanggar yang terpilih dapat memanfaatkan program ini untuk semakin memperkuat pengelolaan sanggar, mengembangkan potensi yang dimiliki, dan menyiapkan langkah-langkah agar sanggar dapat terus tumbuh secara mandiri. Terlepas dari itu, saya ucapkan selamat karena sudah terpilih," kata Nungki.
Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya memperkuat ekosistem seni pertunjukan Indonesia, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi sanggar seni untuk terus melahirkan karya, mencetak generasi penerus, dan menjaga kelestarian budaya Nusantara di tengah perkembangan zaman.
Editor: Muhammad Sukardi