Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rupiah Anjlok, Dipa The Changcuters Keluhkan Harga Alat Musik hingga Biaya Konser Mahal
Advertisement . Scroll to see content

Dolar Tembus Rp18.000, Bimbim Slank Singgung Krisis 1998

Jumat, 05 Juni 2026 - 18:58:00 WIB
Dolar Tembus Rp18.000, Bimbim Slank Singgung Krisis 1998
drummer Slank, Bimbim, bahkan membandingkan kondisi saat ini dengan krisis ekonomi yang pernah mengguncang Indonesia pada 1998. (Foto: Ravie Wardhani)
Advertisement . Scroll to see content

Meski biaya operasional meningkat, Bimbim memastikan Slank tidak akan menaikkan tarif manggung. Dia mengaku tidak tega jika harus membebankan kenaikan biaya kepada promotor atau penyelenggara acara.

"Nggak mungkin (naikin harga). Kasihan yang mau manggil Slank," ucapnya.

Di tengah situasi ekonomi yang dinilai semakin berat, Bimbim kemudian menyinggung krisis moneter 1998. Saat itu, kurs dolar sempat menyentuh kisaran Rp16.000 dan menjadi salah satu pemicu gejolak besar di Indonesia.

Menurut dia, kondisi saat ini memiliki perbedaan mendasar dibandingkan 1998, terutama dalam hal ruang berekspresi dan kebebasan masyarakat untuk menyampaikan kritik.

"Tapi hari ini selama... yang tadi gue bilang kan bahwa selama seni, budaya, lagu, kebebasan ekspresi nggak dibungkam, aku rasa masih bisa menenangkan masyarakat. Tapi kalau dilarang, dibungkam, mungkin bisa meledak," kata Bimbim.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena muncul di tengah melemahnya rupiah yang kini telah melampaui level kurs saat krisis 1998. Bagi Bimbim, menjaga ruang kebebasan berekspresi menjadi salah satu faktor penting agar masyarakat tetap dapat menyalurkan aspirasi di tengah tekanan ekonomi yang sedang terjadi.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut