Dokter Ungkap Kesalahan Pria saat Berhubungan Seks: Bawa Beban Pikiran ke Atas Ranjang
dr Jefry kemudian menceritakan pengalaman salah seorang pasien yang terus dihantui rasa khawatir saat akan berhubungan intim. Pasien tersebut takut ereksinya tidak mampu bertahan hingga selesai, sehingga pikirannya dipenuhi kecemasan.
"Ketika saya tanya apa yang mengakibatkan kekempesan tersebut, dia cerita, 'Ketika saya gesek-gesekan Dok, yang dipikiran saya nih adalah aduh, ini bisa enggak ya ereksinya bertahan? Jangan-jangan nanti ada masalah.' Karena dia udah kepikiran tersebut, overthinking, dan stres, akhirnya ini yang justru akan men-shutdown fungsi ereksi penisnya," katanya.
Dia menjelaskan, pikiran yang dipenuhi rasa cemas dapat mengganggu respons alami tubuh saat berhubungan seksual. Akibatnya, ereksi menjadi sulit dipertahankan meski secara fisik tidak ditemukan gangguan pada organ reproduksi.
Karena itu, dr Jefry mengingatkan para pria agar tidak membawa tekanan kehidupan sehari-hari ke atas ranjang. Menurutnya, hubungan intim sebaiknya dilakukan dalam kondisi rileks agar fungsi seksual dapat bekerja secara optimal.
"Ketika kita berhubungan seksual nyaman, tenang, dan let it flow aja, justru ereksi penis kita akan sangat bekerja dengan optimal. Makanya sangat penting ya kita mengelola stres. Tentu yang namanya hidup ini pasti ada permasalahan. Cuman saran saya ya, jangan sampai masalah ini dibawa saat berhubungan seksual di ranjang," ujarnya.
Dia juga mengingatkan pentingnya mengelola stres dan menjaga komunikasi yang baik dengan pasangan. Jika gangguan ereksi terus terjadi atau semakin sering berulang, pria disarankan berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Editor: Dani M Dahwilani