Diet Intermittent untuk Penderita GERD, Aman atau Berbahaya?
JAKARTA, iNews.id - Diet dengan metode intermittent fasting (IF) menjadi salah satu cara paling mudah yang banyak dipilih untuk menurunkan berat badan. Namun, bagaimana jika metode ini dilakukan seseorang yang memiliki riwayat GERD atau asam lambung?
Influencer kesehatan, Tirta Mandira Hudhi alias dr Tirta menjelaskan, intermittent fasting tetap bisa dijalani penderita asam lambung, tetapi harus dalam kondisi tertentu. Bahkan, menurutnya, metode ini berpotensi membantu meredakan gejala GERD jika dilakukan dengan benar.
“Bisa enggak orang Gerd menjalani IF dengan baik? Oh, bisa. Malah Gerd-nya bisa sembuh,” kata dr Tirta dalam unggahan video di akun Instagramnya, dikutip Kamis (9/6/2026).
Dia menuturkan, salah satu alasan intermittent fasting masih memungkinkan bagi penderita GERD karena mereka tetap dapat mengonsumsi obat-obatan lambung selama menjalani pola diet tersebut.Pengelolaan yang tepat, kondisi lambung bisa tetap terkontrol meski pola makan berubah.
Izin Vaksin Campak untuk Dewasa Terbit, Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi bagi Tenaga Kesehatan
“Intermittent fast itu bisa dijalani oleh orang yang mengalami gangguan asam lambung. Karena bisa jadi dia tetap meminum obat-obatan untuk asam lambungnya,” ucapnya.
Meski demikian, dr Tirta mengingatkan metode ini tidak berlaku untuk semua penderita GERD. Bagi mereka yang memiliki kondisi asam lambung kronis atau cukup parah, intermittent fasting justru tidak dianjurkan karena berisiko memperburuk kondisi.
Beef Tallow Kembali Populer, Waspadai Dampaknya bagi Kesehatan Jantung
“Kurang dianjurkan untuk orang yang mengalami gangguan asam lambung yang kronis. Otomatis kalau pada penderita seperti ini harus dianjurkannya itu makan sering tapi sedikit,” ujar.
Ratusan Buruh Demo di Mojokerto, Tuntut Pengaktifan BPJS Kesehatan
Lebih lanjut, dia mengimbau masyarakat untuk memahami kondisi tubuh masing-masing sebelum memutuskan menjalani diet tertentu. Menurutnya, setiap orang memiliki metabolisme dan karakter tubuh berbeda, sehingga tidak semua metode diet cocok untuk semua orang.
“Intermated fast, diet karnivore, diet vegetarian selalu kenali metabolisme tubuhmu dan karakter tubuhmu,” ucapnya.
Sebab itu, penting bagi masyarakat untuk tidak sekadar mengikuti tren diet tanpa mempertimbangkan kondisi kesehatan pribadi, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit lambung.
Editor: Dani M Dahwilani