5 Fakta Menarik Jajang C Noer, Istri Setia Melayani Suami hingga Maut Memisahkan
3. Bertemu kekasih hati di teater
Sejak bergabung dengan teater pimpinan Arifin, hubungan mereka semakin erat. Ketika Arifin membuat film berjudul Suci Sang Primadona pada 1977, Jajang mendapat tugas sebagai pencatat skrip. Makin lama, talenta yang dimiliki Jajang semakin terasah, hingga dia mendapatkan pemeran utama pada film Bibir Mer dan meraih Piala Citra sebagai Pemeran Pembantu Terbaik pada Festival Film Indonesia 1992.
Sekadar informasi, pada saat berkenalan dengan Jajang, Arifin telah bersatus menikah dengan Nurul Aini dan sudah dikaruniai dua orang anak yaitu Vita Ariavita dan Veda Amritha. Namun, bahtera rumah tangga Arifin kandas, dan keduanya memutuskan bercerai pada 1978. Pada tahun yang sama, Jajang menikah dengan Arifin. Kala itu Arifin berusia 11 tahun lebih tua daripada Jajang.
4. Setia melayani suami hingga maut memisahkan
Dari pernikahan keduanya tersebut, Arifin dikaruniai dua orang anak bernama Nitta Nasyra C Noer (1979) dan Marah Laut C. Noer (1980). Walau terpaut selisih usia 11 tahun, rumah tangga keduanya berjalan sangat mulus tanpa kendala yang berarti. Sampai akhirnya hanya maut yang memisahkan pasangan tersebut. Arifin meninggal dunia pada 28 Mei 1995 akibat kanker hati yang menggerogotinya.
5. Sutradara berbakat
Setelah sang suami pergi untuk selamanya, Jajang terpaksa untuk menyutradarai film. Sebelum meninggal Arifin meninggalkan warisan berupa naskah sinetron Bukan Perempuan Biasa yang baru diproduksi sebanyak tujuh episode. Setelah mendapatkan rekomendasi dari penulis naskah, Ahmad Yusuf, Jajang memberanikan diri melanjutkan proyek tersebut. Terbukti pada 1997, sinetron Bukan Perempuan Biasa yang diperankan oleh Christine Hakim berhasil meraih Piala Vidia sebagai drama seri terbaik. Sejak saat itu nama Jajang sebagai sutradara langsung meroket dan mendapat tawaran untuk menyutradarai sinetron dan film televisi (FTV).
Editor: Elvira Anna