Wafatnya Siti Khadijah di Bulan Ramadhan, Selembar Serban Jadi Permintaan Terakhir
JAKARTA, iNews.id – Duka beruntun melanda Rasulullah SAW tiga tahun sebelum hijrah ke Madinah. Setelah ditinggal pamannya, Abu Thalib, tak berselang lama istri Rasulullah SAW, Siti Khadijah wafat.
Perempuan mulia bergelar Ummul mukminin itu wafat pada 11 Ramadhan dalam usia 65 tahun. Ditinggal dua orang yang dicintainya membuat Rasulullah terpukul. Tahun itu pun disebut dengan tahun kesedihan atau ‘Amul Khuzn.
Dikutip grup Lembaga Dakwah PBNU, Diriwayatkan, ketika Khadijah sakit menjelang ajal, Khadijah berkata kepada Rasululllah shollallohu ‘alaihi wa sallam.
“Aku memohon maaf kepadamu, Ya Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, kalau aku sebagai istrimu belum berbakti kepadamu,” kata Siti Khodijah.
Kemudian Khadijah memanggil Fatimah Azzahra dan berbisik,
“Fatimah putriku, aku yakin ajalku segera tiba, yang kutakutkan adalah siksa kubur. Tolong mintakan kepada ayahmu, aku malu dan takut memintanya sendiri, agar beliau memberikan sorbannya yang biasa untuk menerima wahyu agar dijadikan kain kafanku,” katanya.