Teks khutbah Jum'at tentang Pendidikan Anak
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحِسَانِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Kita selaku umat Islam sudah selayaknya memanjatkan syukur kepada Allah, Dzat yang memang pantas kita mengucap syukur kepada-Nya. Shalawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada baginda Nabi Muhammad saw. Manusia yang Allah pilih yang pandanya terpancar keindahan akhlaknya dalam kehidupan kesehariannya.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Dalam benak setiap muslim pasti menginginkan tidak hanya dikumpulkan di dunia bersama-sama keluarganya melainkan juga ingin dikumpulkan kelak di akherat. Dalil yang menjadi dasar bahwa keluarga bisa dikumpulkan juga di akherat. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. (ath-Thur: 21)
Ayat di atas menjadi penyemangat bagi kita untuk mengajak diri, istri dan keluarga secara keseluruhan untuk bisa berkumpul kembali di surga Allah. Dalam Tafsir as-Sa’di dijelakan bahwa bisa dikumpulkan bersama keluarga di surga Allah merupakan kenikmatan yang sangat besar. Salah satu yang menjadi penyebabnya adalah anak keturunannya mengikuti iman orang tuanya. sehingga Allah akan memasukkan anak keturunannya ke surga sebagaimana Allah memasukkan orang tuanya ke dalam surga.