Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Teks Khutbah Jumat 1 Mei 2026 / Dzulqa'dah Singkat Terbaru, Lengkap dengan Doanya
Advertisement . Scroll to see content

Teks Khutbah Jumat Lengkap dengan Doanya tentang Menjadi Santri Kuat

Jumat, 22 Oktober 2021 - 07:44:00 WIB
Teks Khutbah Jumat Lengkap dengan Doanya tentang Menjadi Santri Kuat
Teks khutbah Jumat lengkap dengan doanya tentang menjadi santri kuat. (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Teks khutbah Jumatlengkap dengan doanya berikut ini bertema Menjadi Santri Kuat. Hari ini, Jumat, 22 Oktober 2021 diperingati sebagai Hari Santri Nasional 2021.

Sejarah Hari Santri 2021 tidak lepas dari perjuangan para santri melawan dan mengusir penjajah dengan lahirnya Resolusi Jihad yang difatwakan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

Fatwa Resolusi Jihad yang dikeluarkan pada 22 Oktiber 1945 menjadi cikal bakal lahir dan ditetapkannya Hari Santri oleh pemerintah. 

Presiden Joko Widodo kemudian mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri.

Berikut teks Khutbah Jumat lengkap dengan doanya tentang menjadi santri kuat ditulis Ketua LDNU Kabupaten Cirebon, H Ahmad Zuhri Adnan, MPd yang dikutip dari laman dakwahnu.id.

الْحَمْدُ للهِ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا .  ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَإِلهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَه ذُوْالجَلالِ والاِكْرامِ،  وَ أَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،ٍ. اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُوْلاً نَبِيًّا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ يُحْسِنُوْنَ إِسْلاَمَهُمْ وَلَمْ يَفْعَلُوْا شَيْئًا فَرِيًّا، أَمَّا بَعْدُ،

فَيَايُّهَا الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم}، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمْ:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ

Jamaah Jumat rohimakumulluh

Di awal khotbah, di majelis yang mulia ini marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT yaitu dengan menjalankan perintah Allah SWT dengan ikhlas, khusyu, lagi penuh tawakkal juag menjauhi larangan Allah SWT. Sholawat dan salam mudah-mudahan tetap terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Jamaah Jumat rohimakumulluh
Kemarin kita semua memperingati Hari Santri Nasional (HSN) jatuh pada tanggal 22 Oktober setiap tahunnya. Penetapan Hari Santri Nasional dimaksudkan untuk mengingat dan meneladani semangat jihad para santri merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang digelorakan para ulama.

Tanggal 22 Oktober merujuk pada satu peristiwa bersejarah yakni seruan yang dibacakan oleh Pahlawan Nasional KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

Seruan ini berisikan perintah kepada umat Islam untuk berperang (jihad) melawan tentara Sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca-Proklamasi Kemerdekaan.

Itulah sebabnya, keberadaan Hari Santri tidaklah merujuk pada kelompok atau pihak tertentu, melainkan pada seluruh umat Islam yang mengedepankan komitmen yang sama, yakni untuk menjaga keutuhan bangsa.

Santri harus berdaya, punya konsep yang progresif, dan mampu menjadi agen perubahan perilaku dan perekat bangsa. Dalam sebuah hadits riwayat Muslim, Rasulullah saw. Bersabda

المؤمن القوي خير وأحب إلى الله من المؤمن الضعيف (رواه مسلم)

Artinya: “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah”.(HR.Muslim)

Dalam Al-Qur’an surat Annisa: 9 Allah mengamanatkan agar kita takut terhadap generasi yang lemah

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS. An-Nisaa": 9)

Jamaah Jumat rohimakumulluh

Sebagai generasi penerus bangsa, santri harus multitalent. hiasi dan bekali dirinya dengan kekuatan maksimal yang dipersiapkan sebagai instrument membangun kemakmuran bangsa dan Negara. Setidajnya ada 5 kekuatan yang harus dimiliki santri:

Pertama kuat aqidah. Seorang mukmin yang kuat aqidah dan tauhidnya, akan menjadi pribadi yang taat, saleh secara personal dan sosial, menjadi teladan umat, bermanfaat bagi masyarakat.

Aqidahnya tetap kokoh tidak akan terpengaruh dengan perubahan zaman modern yang tanpa disadari mengikis keyakinan akidah kita secara perlahan-lahan.

Kekuatan aqidah yang utama adalah menyembah Allah dan tidak menyekutukannya dan yang kedua adalah mentaati Allah dan RasuNya.

وَاعۡبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشۡرِكُوۡا بِهٖ شَيۡــًٔـا‌

“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun” (QS Annisa: 36).

Kedua: sehat fisik

Mukmin yang kuat secara fisik lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah secara fisik. Sebab, seorang mukmin yang fisiknya lebih kuat, tentu bisa melakukan berbagai macam akativitas secara baik dan sempurna dibandingkan seorang mukmin yang lemah fisiknya.

Dalam sebuah hadits riwayat Muslim, Rasulullah saw. Bersabda

المؤمن القوي خير وأحب إلى الله من المؤمن الضعيف (رواه مسلم)

Artinya: “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah”. (HR.Muslim).

Ketiga: kuat ilmu

Ilmu kunci segalanya, kunci membangun peradaban, kunci ketika kita ingin berbuat kebaikan, dan untuk melaksanakan apa yang Allah wajibkan pada kita. Rasulullah SAW bersabda

ﻣَﻦْ ﺃَﺭَﺍﺩَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻪِ ﺑِﺎﻟْﻌِﻠْﻢِ، ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﺭَﺍﺩَ ﺍﻷَﺧِﺮَﺓَ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻪِ ﺑِﺎﻟْﻌِﻠْﻢِ، ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﺭَﺍﺩَﻫُﻤَﺎ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻪِ ﺑِﺎﻟْﻌِﻠْﻢِ

“Barang siapa ingin memperoleh kebahagiaan hidup di dunia harus dengan ilmu dan barang siapa ingin memperoleh kebahagiaan akhirat harus dengan ilmu dan barang siapa ingin memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat harus dengan ilmu” HR Bukhori.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut