Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Teks Khutbah Jumat 30 Januari 2026 Singkat: Bulan Syaban Pintu Gerbang Kemuliaan
Advertisement . Scroll to see content

Teks Khutbah Jumat Bulan Agustus tentang Kemerdekaan Singkat Penuh Makna

Kamis, 15 Agustus 2024 - 16:30:00 WIB
Teks Khutbah Jumat Bulan Agustus tentang Kemerdekaan Singkat Penuh Makna
Umat Islam melaksanakan shalat Jumat di Majid Istiqlal. (Foto: DOk)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Teks Khutbah Jumat Bulan Agustus tentang kemerdekaan bisa menjadi referensi khatib untuk disampaikan kepada jemaah shalat Jumat.

Dalam dua hari ke depan, bangsa Indonesia akan memeringati HUT ke-79 Kemerdekaan RI tepatnya hari Sabtu, 17 Agustus 2024.

Momen tersebut patut disyukuri oleh semua anak bangsa. Sebab, dengan perjuangan sepenuh jiwa dan raga dari para mujahid atau pejuang, bangsa Indonesia akhirnya bisa merdeka dan terbebas dari penjajahan Belanda dan Jepang.

Kini, sudah semestinya umat Islam mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan dengan hal-hal yang positif yang bisa mengangkat harkat dan martabat bangsa.

Sebagaimana diketahui, khutbah Jumat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian ibadah shalat Jumat.

Para ulama sepakat bahwa khutbah Jumat termasuk syarat sah dari shalat Jumat, di mana shalat Jumat menjadi tidak sah apabila tidak didahului dengan dua khutbah.

Yaitu khutbah pertama dan khutbah kedua, di mana keduanya dipisahkan dengan duduk di antara dua khutbah. Khutbah Jumat itu dilakukan sebelum shalat Jumat. Berikut teks khutbah Jumat tentang kemerdekaan, makna dan hikmahnya dilansir dari laman istiqlal.

Teks Khutbah Jumat Bulan Agustus tentang Kemerdekaan

Khutbah Pertama,

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah 

Puji dan syukur kita persembahkan kehadapan Allah subhanahu wata'ala yang telah memberi kenikmatan berupa kesehatan dan kesempatan serta izin-Nya kepada kita, sehingga kita dapat menunaikan kewajiban shalat Jumat di Masjid Istiqlal.

Shalawat serta salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam beserta keluarga dan para Sahabatnya. Sebagai khatib Jumat hari ini, saya mengajak kepada Jamaah sekalian, marilah kita memelihara dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wata'ala. 

Semoga dengan ketakwaan yang kita jalani setiap hari, akan mendatangkan keberkahan Allah subhanahu wata'ala kepada kita. Aamiin.

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah

Tepat tanggal 17 Agustus 2024, bangsa Indonesia akan memeringati Hari Kemerdekaan ke-79. Tema Kemerdekaan kali ini adalah Nusantara Baru Indonesia Maju. Tema tersebut merupakan perwujudan atas pencapaian bangsa Indonesia dalam pembangunan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2018) makna kemerdekaan adalah keadaan (hal) berdiri sendiri, bebas, lepas, tidak terjajah lagi, dan kebebasan, contohnya kemerdekaan adalah hak segala bangsa, artinya suatu bangsa yang merdeka adalah bangsa yang bebas dari penjajahan.

Hikmah Kemerdekaan

Bangsa Indonesia pernah mengalami penjajahan selama 142 tahun oleh kolonial Belanda dan 3,5 tahun oleh Jepang, melalui perjuangan yang gigih dan pengorbanan rakyat Indonesia yang luar biasa berupa jiwa raga dan harta benda yang dimilikinya pada saat itu, akhirnya tanggal 17 Agustus 1945 atau 78 tahun yang lalu, Bung Karno dan Bung Hatta atas nama Bangsa Indonesia memproklamirkan Kemerdekaan Bangsa Indonesia. 

Sebagai anak bangsa, kita perlu memaknai kemerdekaan dengan bingkai ketauhidan.

Lanjutan Khutbah Pertama

Hal Ini sebagaimana para pejuang dahulu berjuang dengan bingkai ketauhidan seperti kumandang kalimat tasbih, tahmid, dan takbir. 

Ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan dalam memaknai Kemerdekaan di antaranya: 

1. Rasa syukur kepada Allah subhanahu wata'ala atas nikmat kemerdekaan ini, semoga dengan rasa syukur yang ikhlas, Allah subhanahu wata'ala akan menambah kemerdekaan dan membantu kita untuk memertahankannya. Firman Allah subhanahu wata'ala:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Artinya : “Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan; sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmatku) maka pasti adzab-Ku sangat berat” (QS. Ibrahim/14 : 7).

2. Meningkatkan Iman dan Takwa kepada Allah subhanahu wata'ala agar kemerdekaan yang kita nikmati menjadi Berkah untuk bangsa Indonesia, firman Allah subhanahu wata'ala:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

Artinya: “Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertaqwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) maka kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan” (QS. al-Araf/7 : 96).

3. Mengisi Kemerdekaan dengan membangun keseimbangan antara kepentingan akhirat dan dunia, dengan berbuat berbagai kebaikan dan yang bermanfaat bagi umat manusia.

Di antaranya turut melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, serta tidak membuat kerusakan di muka bumi ini karena Allah subhanahu wata'ala tidak suka kepada orang yang suka berbuat kerusakan.

Firman Allah subhanahu wata'ala:

وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ

Artinya: ”Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupa bagianmu di dunia, dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan” (QS. al-Qashash/28 : 77).

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah. Demikianlah khutbah Jumat ini, semoga menjadi tadzkirah bagi kita yang akan memeringati HUT ke-78 Kemerdekaan  Republik Indonesia, dan semoga Allah subhanahu wata'ala menolong kita agar dapat mengisi kemerdekaan.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut