Tata Cara Tayamum Lengkap dengan Syarat, Niat, Tata Cara dan Doa Setelahnya
Adapun, salah satu hadits yang memerintahkan seorang Muslim untuk bertayamum,
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اَللَّهِ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا; أَنَّ اَلنَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: – أُعْطِيتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ قَبْلِي: نُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيرَةَ شَهْرٍ, وَجُعِلَتْ لِي اَلْأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُورًا, فَأَيُّمَا رَجُلٍ أَدْرَكَتْهُ اَلصَّلَاةُ فَلْيُصَلِّ – وَذَكَرَ اَلْحَدِيث َ
Dari Jabir bin ‘Abdullah radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Aku diberikan lima perkara yang tidak diberikan kepada para nabi sebelumku. Di antara lima perkara itu adalah: (a) aku diberi pertolongan dengan diberikan rasa takut pada musuh dari sebulan perjalanan, (b) seluruh permukaan bumi dijadikan untukku sebagai tempat shalat dan alat untuk bersuci; siapa saja yang mendapati shalat di bumi mana pun, maka shalatlah.” (Al-Hadits) [HR. Bukhari, no. 335 dan Muslim, no. 521]
Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi menerangkan dalam buku Al-Fiqh 'Ala Al-Madzahib Al-Arba'ah, agar tayamum dapat dianggap sah, maka seseorang harus memenuhi syarat tayamum berikut ini:
1. Masuk waktu. Karena itu, apabila seseorang bertayamum sebelum masuk waktu salat, maka tayamumnya tidak sah.