اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعاَتٍ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلَّهِ تَعاَلىَ
Ushalli sunnatal witri tsalaatsa raka'aatin lillahi Ta'ala.
“Aku berniat shalat witir dengan tiga rakaat pada saat ini sebagai imam/makmum hanya karena Allah Swt. ”.
Tata Cara Sholat Witir
Meskipun namanya witir alias ganjil, para ulama memiliki beberapa pendapat yang berbeda tentang tata cara pengerjaannya.
1. Cara Pertama
Shalat witir dikerjakan dua rakaat terlebih dahulu lalu disudahi dengan salam, kemudian dikerjakan satu rakaat lagi, sehingga menjadi tiga rakaat dengan dua salam. Cara ini oleh para ulama sering disebut dengan istilah fashl (dipisahkan). Cara ini adalah pendapat hampir semua mazhab kecuali mazhab Al-Hanafiyah.
2. Cara Kedua
Shalat witir dikerjakan langsung tiga rakaat dengan satu salam, tanpa diselingi dengan salam di rakaat kedua. Cara ini disebut dengan washl (bersambung).