Tata Cara Shalat Tarawih Muhammadiyah, Inilah Doa dan Jumlah Rakaatnya
Pada prinsipnya, Qiyamu Ramadhan memiliki kesamaan dengan shalat tahajjud, witir, dan qiyamul lail. Oleh karena itu, jumlah rakaatnya adalah 11. Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Abi Salamah bin Abdirrahman ketika beliau bertanya kepada Aisyah:
كَيْفَ كَانَتْ صَلاَةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رَمَضَانَ ؟ قَالَتْ : ” مَا كَانَ الرسول الله ص.م يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلاَ فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّي أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي ثَلاَثًا. (رواه البخاري)
Artinya: Aisyah ra. ditanya tentang bagaimana shalat Rasulullah saw. di bulan Ramadhan. Ia menjawab, "Beliau tidak pernah menambah shalat baik di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan lebih dari sebelas rakaat. Beliau shalat empat rakaat, dan janganlah kamu bertanya tentang keindahan dan panjangnya. Kemudian, beliau shalat empat rakaat lagi, jangan pula kamu bertanya tentang keindahan dan panjangnya. Lalu, beliau shalat tiga rakaat." (HR. Al-Bukhari)
Dalam kitab Himpunan Putusan Tarjih (HPT) halaman 346-354, dijelaskan bahwa tata cara Qiyamu Ramadhan adalah sebagai berikut:
Diawali dengan shalat iftitah 2 raka’at (rak’atain khofifatain). Hal ini sesuai dengan hadits riwayat Muslim: