Tata Cara Ibadah haji, Urutan, Bacaan Sesuai Sunnah yang Perlu Dipelajari
5. Mabit di Mudzalifah
Mabit di Muzdalifah berarti bermalam atau berhenti sejenak di Muzdalifah setelah melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Sambil Bagi yang belum melaksanakan shalat Maghrib dan Isya‟ dapat melaksanakannya dengan cara jamak ta‟khir qashar, yaitu Maghrib tiga rakaat dan Isya‟ dua rakaat.
Di Mudzalifah jamaah haji juga mengambil batu kerikil empat puluh sembilan butir atau tujuh puluh butir untuk melempar jumrah di Mina nantinya. Di Muzdalifah jamaah haji melakukan mabit minimal sampai telah melewati waktu tengah malam. Namun yang lebih utama, mabit dilakukan sampai selesai shalat Shubuh. Setelah itu jamaah menuju Mina sambil membaca taibiyah dan berzikir.
6. Melontar jumrah Aqabah
Setibanya di Mina setelah meletakkan barang bawaan di tenda, jamaah bersiap-siap melontar jumrah Aqabah pada tanggal 10 Zulhijjah dengan tujuh batu kerikil, dan setiap lemparan disertai dengan bacaan:
بِسمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Bismillahi Allahu Akbar
Artinya: Dengan nama Allah dan Allah yang Mahabesar
Waktu melontar jumrah biasanya sudah diatur oleh pemerintah Arab Saudi agar tidak berdesak-desakan.
7. Tahallul awal (Tahallul Awwal)
Setelah melontar jumrah Aqabah, kemudian dilanjutkan dengan tahallul awal dengan cara mencukur atau menggunting rambut sekurang-kurangnya tiga helai. Dengan dilakukannya tahallul awal ini berarti kita boleh memakai pakaian biasa dan melakukan semua perbuatan yang dilarang selama ihram, kecuali bersetubuh atau jimak (melakukan hubungan suami istri).