Tata Cara Aqiqah Sesuai Sunnah Beserta Pengertiannya
JAKARTA, iNews.id - Tata Cara Aqiqahsesuai sunnah yakni memotong hewan lalu memasaknya untuk dibagikan ke orang lain, serta mencukur rambut, memberi nama dan mendoakan bayi.
Aqiqah merupakan perayaan kelahiran bayi atau walimah al maulid sebagai tanda syukur kepada Allah. Hukum aqiqah menurut jumhur ulama adalah sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat diutamakan (semi wajib).
Hal ini sesuai hadits Nabi SAW.
عَنْ قَتَادَةَ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ سَمُرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّ غُلَامٍ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ السَّابِعِ وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ وَيُسَمَّى
Dari Qatadah dari Al Hasan dari Samrah dari Nabi shallallahu `alaihi wasallam, beliau bersabda: "Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, maka hendaklah disembelihkan untuknya pada hari ketujuh (dari kelahirannya), dicukur rambutnya dan diberi nama." (HR. Ibnu Majah) [ No. 3165 Maktabatu Al Ma`arif Riyadh] Shahih.
Direktur Rumah Fiqih Indonesia Ustaz Ahmad Sarwat MA dalam bukunya Fiqih Aqiqah (Persepektif Mazhab Syafi'iy) menjelaskan pengertian aqiqah menurut Imam Abu Bakr al-Bakri ad-Dimyati (w. 1310 H) rahimahullah yakni Aqiqah secara bahasa maknanya adalah rambut
yang ada di kepala bayi ketika lahir.