Seorang ulama, Harb, melaporkan bahwa Imam Ahmad ditanya tentang ucapan yang biasa diucapkan orang-orang pada hari raya ‘ied, yaitu “Taqobbalallahu minna wa minkum.” Imam Ahmad menjawab, “Tidak ada masalah untuk mengucapkannya.” Dalam riwayat lain, ditanyakan juga tentang pendapat Watsilah bin Al Asqo’, dan Imam Ahmad menegaskan bahwa tidak ada larangan untuk mengucapkan hal tersebut pada hari raya ‘ied.
Ucapan Selamat dari Abu Umamah
وَذَكَرَ ابْنُ عَقِيلٍ فِي تَهْنِئَةِ الْعِيدِ أَحَادِيثً، مِنْهَا ، أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ زِيَادٍ ، قَالَ : كُنْت مَعَ أَبِي أُمَامَةَ الْبَا هِلِيِّ وَغَيْرِهِ مِنْ أَصْحَبِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّـهُ عَلَيْهِ وَسَلَم فكانوا إذا رجعوا من العيد يقول بعضهم لبعض: تَقَبَل الله مِنّا ومنك. وقال أحمد: إسناد حديث أبي أمامة إسناد جيد.
Ibnu ‘Aqil menyampaikan beberapa hadits tentang ucapan selamat di hari raya ‘ied. Salah satunya berasal dari Muhammad bin Ziyad yang berkata, “Aku pernah bersama Abu Umamah Al Bahili dan sahabat Nabi lainnya. Ketika mereka kembali dari ‘ied (setelah shalat ‘ied), mereka saling mengucapkan, ‘Taqobbalallahu minna wa minka (تَقَبَّل الله مِنّا وَمِنكَ).” Imam Ahmad menyatakan bahwa sanad riwayat Abu Umamah ini jayyid.
Pendapat Malik dan Ahmad
‘Ali bin Tsabit mengatakan, “Aku pernah bertanya kepada Malik bin Anas 35 tahun yang lalu.” Ia menjawab, “Ucapan selamat semacam ini tidak dikenal di Madinah.”
Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad berkata, “Aku tidak mendahului dalam mengucapkan selamat (hari raya) kepada siapa pun. Namun jika ada yang mengucapkan selamat padaku, aku akan membalasnya.” Ini adalah berbagai riwayat yang kami kutip dari Al Mughni.