Imam An Nawawi berkata: “Pada zaman kita, api ini pernah muncul di Madinah tahun 654 H. Apinya besar sekali, muncul dari sisi timur kota Madinah, di belakang Hirra. Peristiwa ini juga diketahui oleh penduduk Syam dan semua negeri. Dan penduduk Madinah yang menyaksikannya telah menceritakannya kepadaku”.
Keempat: Banyaknya Kekacauan
Banyak nash shahih yang menunjukkan bahwa kekacauan, peperangan, pembunuhan, dan munculnya fitnah di tengah-tengah kaum muslimin menjadi salah satu tanda Kiamat. Hal ini mencakup berbagai bentuk kekacauan seperti ilmu yang tercabut, kebodohan yang merajalela, perzinaan yang meningkat, konsumsi minuman keras yang meluas, penurunan jumlah kaum pria, dan peningkatan jumlah kaum wanita.
Kelima: Keluarnya Para Dajjal Pendusta yang Mengaku Sebagai Nabi
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan mengenai munculnya para dajjal pendusta yang akan mengaku sebagai nabi. Beberapa contoh di antaranya adalah Musailamah Al Kadzdzab dan Sujjah binti Al Harits pada masa Rasulullah, serta Mirza Gulam Ahmad Al Qadiyani pada zaman mutakhir.
Keenam: Banyak Terjadi Gempa Bumi
Hadits menyebutkan bahwa sebelum Kiamat terjadi, ilmu akan tercabut, dan gempa bumi akan banyak terjadi. Ini menjadi tanda bahwa hari Kiamat semakin dekat.
لاَ تـَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقْبَضُ الْعِلْمُ وَيَكُْثرُ الزَّلَازِلُ ) رَوَاهُ البُخَارِي
Tidaklah hari Kiamat itu akan tiba sampai ilmu tercabut dan banyak terjadi gempa bumi. [HR Bukhari].
Dengan demikian, pengetahuan dan pemahaman terhadap tanda-tanda Kiamat menurut Al Qur’an dan hadits yang sudah terjadi diharapkan dapat meningkatkan kesadaran umat Islam untuk senantiasa taat kepada Allah dan mempersiapkan diri menghadapi hari Kiamat.
Editor: Komaruddin Bagja