Surat Yasin Ayat 33-35 tentang Kekuasaan Allah di Langit dan Bumi
agar mereka dapat makan dari buahnya, dan dari hasil usaha tangan mereka. Maka mengapa mereka tidak bersyukur? (QS. Yasin ayat 33-35).
Tafsir Jalalain menjelaskan bahwa kalimat وَءَايَةٌ لَّهُمُ (Dan suatu tanda bagi mereka) pada ayat 33 menunjukkan bahwa mereka akan dibangkitkan kembali. Lafal ayat ini berkedudukan menjadi Khabar Muqaddam ٱلۡأَرۡضُ ٱلۡمَيۡتَةُ (adalah bumi yang mati) dapat dibaca Al Maytati atau Al Mayyitati أَحۡيَيۡنَٰهَا (Kami hidupkan bumi itu) dengan air, menjadi Mubtada Muakhkhar وَأَخۡرَجۡنَا مِنۡهَا حَبًّا (dan Kami keluarkan daripadanya biji-bijian) seperti gandum فَمِنۡهُ يَأۡكُلُونَ (maka daripadanya mereka makan.).
Sementara, Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan ayat 33 yang berbunyi وَءَايَةٌ لَّهُمُ (Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar bagi mereka), menjelaskan tanda bagi mereka tentang adanya Maha Pencipta, kekuasaan-Nya yang sempurna dan perbuatan-Nya menghidupkan yang mati.
ٱلۡأَرۡضُ ٱلۡمَيۡتَةُ (“adalah bumi yang mati”) artinya bahwa dahulu bumi itu mati dan gersang, tidak ada tumbuhan maupun kehidupan. Lalu ketika Allah Ta’ala menurunkan air di atasnya dan kemudian hiduplah bumi itu serta subur dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
Oleh karena itu, dijelaskan pada kalimat berikutnya أَحۡيَيۡنَٰهَا وَأَخۡرَجۡنَا مِنۡهَا حَبًّا فَمِنۡهُ يَأۡكُلُونَ (Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan daripadanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan) yang berarti Kami jadikan hal itu sebagai rezki bagi mereka dan binatang-binatang ternak mereka.