Surat Al Kahfi Ayat 1-110 dalam Teks Arab, Latin, dan Terjemahannya
JAKARTA, iNews.id - Surat Al-Khafi ayat 1-110 lengkap dalam teks Arab, Latin, dan terjemahan Bahasa Indonesia dapat menjadi bacaan yang rutin diamalkan. Al Kahfi merupakan surat ke-18 dalam Al-Qur'an yang terdiri dari 110 ayat
Surat ini termasuk golongan surat Makkiyah dan mengandung banyak hikmah. Al Kahfi sendiri artinya adalah "Para Penghuni Gua".
Kandungan surat Al Kahfi juga cukup lengkap, diantaranya adalah mengenai Ashabul Kahfi hingga gambaran mengenai menakutkannya hari kiamat (ahwal al-qiyamah). Oleh sebab itu, surat ini sangat dianjurkan untuk dibaca sebagai sarana pengingat, serta untuk mengharap keberkahan dan perlindungan Allah.
Al-Kahfi memiliki banyak keutamaan jika diamalkan secara istiqomah. Salah satu keutamaannya pernah dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits berikut:
Surat Al Waqiah Lengkap 96 Ayat, Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin, dan Arti
“Barangsiapa yang membaca Surah Al Kahfi pada malam Jumat, dia akan disinari cahaya antara dirinya dan Ka'bah." (HR Ad-Darimi 3470 dan dishahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami’, 6471).
Berikut ini adalah bacaan Surat Al Kahfi lengkap dalam teks Arab, latin, dan terjemahan Bahasa Indonesia ayat 1-110:
Bacaan Surat Al Kahfi Lengkap 110 Ayat, Arab, Latin, dan Artinya
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ عَلَىٰ عَبْدِهِ ٱلْكِتَٰبَ وَلَمْ يَجْعَل لَّهُۥ عِوَجَا ۜ
al-ḥamdu lillāhillażī anzala ‘alā ‘abdihil-kitāba wa lam yaj’al lahụ ‘iwajā
6 Keutamaan Surat Al Kahfi Ayat 1-10 yang Dibaca di Hari Jumat Dalam Hadits
1. Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Quran) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya;
قَيِّمًا لِّيُنذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِّن لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا
Surat Al Kahfi Ayat 1-10: Arab-Latin dan Artinya di Hari Jumat, Lengkap Dalilnya
qayyimal liyunżira ba`san syadīdam mil ladun-hu wa yubasysyiral-mu`minīnallażīna ya’malụnaṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajran ḥasanā
2. sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik,
مَّٰكِثِينَ فِيهِ أَبَدًا
mākiṡīna fīhi abadā
3. mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.
وَيُنذِرَ ٱلَّذِينَ قَالُوا۟ ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ وَلَدًا
wa yunżirallażīna qāluttakhażallāhu waladā
4. Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: “Allah mengambil seorang anak”.
مَّا لَهُم بِهِۦ مِنْ عِلْمٍ وَلَا لِءَابَآئِهِمْ ۚ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَٰهِهِمْ ۚ إِن يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا
mā lahum bihī min ‘ilmiw wa lā li`ābā`ihim, kaburat kalimatan takhruju min afwāhihim, iy yaqụlụna illā każibā
5. Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.
فَلَعَلَّكَ بَٰخِعٌ نَّفْسَكَ عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِمْ إِن لَّمْ يُؤْمِنُوا۟ بِهَٰذَا ٱلْحَدِيثِ أَسَفًا
fa la’allaka bākhi’un nafsaka ‘alā āṡārihim il lam yu`minụ bihāżal-ḥadīṡi asafā
6. Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Quran).
إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى ٱلْأَرْضِ زِينَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
innā ja’alnā mā ‘alal-arḍi zīnatal lahā linabluwahum ayyuhum aḥsanu ‘amalā