Bentuk Sidratul Muntaha
Dalam sebuah hadits Sahih Muslim diriwayatkan Nabi SAW dibawa naik oleh Jibril As ke Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah SWT. Saat tiba di Sidratul Muntaha, Nabi SAW melihat daun-daunnya seperti daun telinga gajah besarnya, dan buah-buahannya seperti gentong besarnya.
Tatkala Sidratul Muntaha itu dipengaruhi oleh perintah Allah yang mencakup kesemuanya, maka berubahlah bentuknya. Pada saat itu tiada seorang pun dari makhluk Allah SWT yang mampu menggambarkan keindahannya.
Letak Sidratul Muntaha
Dalam Surat al-Najm disebutkan Sidratul Muntaha itu tempatnya berada bersebelahan dengan Surga, tempat kediaman abadi. Maka salah satu kualifikasi kebahagiaan tertinggi ialah kedamaian (salām), sehingga surga pun dilukiskan sebagai Daarussalaam yakni “Negeri Kedamaian”, dan jiwa yang bahagia dipanggil sebagai “jiwa yang tenang” (al-nafs al-muthma’innah).
Hal itu dituturkan dalam Alquran, Surat al-Najm ayat 5-18. Di sanalah Nabi SAW menyaksikan sebagian dari tanda-tanda kebesaran Allah Yang Mahaagung.
Firman Allah SWT:
فَأَوْحَى إِلَى عَبْدِهِ مَا أَوْحَى (10) مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَى (11) أَفَتُمَارُونَهُ عَلَى مَا يَرَى (12) وَلَقَدْ رَآهُ نزلَةً أُخْرَى (13) عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى (14) عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَى (15) إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَى (16) مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَى (17) لَقَدْ رَأَى مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى (18) }