JAKARTA, iNews.id - Sholawat Wahidiyah jadi pembahasan yang menarik untuk diulas kali ini. Sholawat satu ini kerap dilantunkan di berbagai kegiatan Islam.
Melantunkan sholawat merupakan salah satu amalan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam. Sebagaimana dalam Al-Qur'an surat Al-Ahzab ayat 56, yang berbunyi:
Khotbah Jumat Pertama Zulhijjah : Keutamaan 10 Hari Awal Bulan Haji
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (Qs. Al-Ahzab: 56)
Bacaan Sholawat Sulthon, Lengkap dengan Asal Usul dan Khasiatnya
Salah satu sholawat yang cukup populer adalah Sholawat Wahidiyah. Mengutip jurnal ilmiah berjudul Etika Sosial Pengamat Sholawat Wahidiyah, karya Siti Miftahul Jannah, sholawat ini pertama kali ditulis pada Juli 1959 oleh K.H. Abdoel Madjid Ma'roef.