Rakaat Shalat Tarawih, Hukum, Keutamaan
سُمِّيَتِ الصَّلَاةُ فِي الْجَمَاعَةِ فِي لَيَالِي رَمَضَانَ التَّرَاوِيحَ لِأَنَّهُمْ أَوَّلَ مَا اجْتَمَعُوْا عَلَيْهَا كَانُوا يَسْتَرِيحُوْنَ بَيْنَ كُلِّ تَسْلِيمَتَيْنِ .
Artinya: Shalat jamaah yang dilaksanakan pada setiap malam bulan Ramadhan dinamai Tarawih karena para sahabat pertama kali melaksanakannya, beristirahat pada setiap dua kali salam.
Para ulama telah sepakat bahwa hukum sholat tarawih adalah sunnah. Imam an-Nawawi rahimahullah (w. 676 H)seorang ulama besar madzhab Syafi’iy menyebutkan sebagai berikut: "Adapun hukum shalat tarawih adalah sunnah berdasarkan ijma’ para ulama".
Para ulama berbeda pendapat dalam menentukan jumlah rakaat shalat tarawih. Ulama salaf 4 madzhab hampir sepakat bahwa shalat tarawih itu 20 rakaat dan Witi 3 rakaat.
Waktu pelaksanaan shalat Tarawih dimulai setelah sholat Isya, berakhir sampai terbit fajar. Bagi yang belum melaksanakan shalat Isya, tidak diperkenankan melakukan shalat Tarawih. Bahkan shalat Tarawihnya menjadi tidak sah.