8 Perkara yang Membatalkan Puasa Ramadhan, Amalan Sunnah serta Makruh
Selain mengetahui perkara yang membatalkan puasa, Muslim juga perlu menghindari hal-hal yang makruh dilakukan saat sedang menjalankan puasa.
Saat mematuhi hal wahib saat puasa, Muslim juga disunnahkan melakukan amalan-amalan yang dapat menambah pahala dan keutamaan puasa.
Makan sahur bertujuan agar kuat menjalankan ibadah puasa. Sahur disunnahkan karena ada keberkahan di dalamnya, sebagaimana sabda Rasulullah Saw: Dari Anas bin Malik ra. berkata, telah bersabda Rasulullah Saw: Makan sahurlah kamu, sesungguhnya makanan sahur itu terdapat keberkahan.” (HR. AlBukhari dan Muslim)
Makan sahur sebaiknya dilakukan di akhir waktu sebelum fajar terbit.
Disunnahkan berbuka dengan makanan yang manis-manis seperti kurma segar atau kurma matang dengan bilangan ganjil. Jika tidak ada maka dengan air putih, kemudian melaksanakan shalat maghrib.
Berdoa saat berbuka puasa merupakan sunnah yang diajarkan Rasulullah Saw. Salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa adalah menjelang berbuka atau saat berbuka puasa.
Hendaknya orang berpuasa berusaha untuk selalu memberikan ifthar (berbuka) bagi mereka yang berpuasa walaupun hanya seteguk air ataupun sebutir kurma.
Perkara yang perlu ditinggalkan saat puasa seperti berdusta, bergunjing, adu domba, berbicara sia-sia dan jorok, serta larangan-larangan Islam lainnya sehingga terbentuk ketakwaan, inilah tujuan puasa.
I'tikaf adalah berdiam diri di masjid untuk beribadah kepada Allah. Rasulullah Saw selalu beri'tikaf terutama pada 10 malam terakhir dan para istrinya juga ikut i'tikaf bersamanya.
Itu tadi pembahasan mengenai perkara yang membatalkan puasa, hal yang dimakruhkan dan amalan sunnah puasa.
Wallahu A'lam
Editor: Kastolani Marzuki