Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hukum Tajwid Surat Ali Imran Ayat 190-191 per Kata Beserta Alasannya
Advertisement . Scroll to see content

Perbedaan antara Mad Thabi'i dan Mad Arid Lissukun, Lengkap dengan Pengertian dan Contoh

Senin, 03 Oktober 2022 - 11:50:00 WIB
Perbedaan antara Mad Thabi'i dan Mad Arid Lissukun, Lengkap dengan Pengertian dan Contoh
Perbedaan antara mad thabi'i dan mad arid lisskun dalam membaca Alquran yang perlu diketahui Muslim agar bisa membaca kitab suci dengan baik dan benar. (Foto: Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

Perbedaan antara Mad Thabi'i dan Mad Arid Lissukun

Dilansir dari Buku Al Quran Hadis MTs Kelas 7 Kemenag, perbedaan antara Mad Thabi'i dan Mad Aridh Lissukun terletak pada panjang bacaannya. Jika Mad Thabi'i dibaca 2 harakat atau 1 alif, sedangkan Mad Arid Lissukun dibaca dengan panjang sampai 2 alif atau 6 harakat / ketukan.

Mad Thabi'i

Mad Thabi’i merupakan satu dari bagian atau cabang dari Hukum Mad. Secara bahasa Mad Thabi’i mempunyai arti alami atau biasa, yaitu tidak lebih dan juga tidak kurang. Dibaca dengan panjang 2 harakat atau 1 alif. Mad Thobi’i ini sering disebut dengan istilah lain sebagai Mad Ashli.

Definisi mad secara bahasa adalah tambah. Menurut ulama ahli tajwid adalah memanjangkan suara huruf yang wajib dipanjangkan. Huruf mad itu ada tiga yaitu ,( ي ) 'ya) , و ) wawu dan alif ( ا ). Adapun syarat huruf mad adalah apabila wawu jatuh setelah dhummah, ya' jatuh setelah kasroh, dan alif jatuh setelah fathah.

Apabila setelah huruf mad tidak ada huruf yang sukun, maka disebut mad thabi'i. Adapun hukum bacaan mad thabii adalah apabila wawu jatuh setelah dhummah, ya' jatuh setelah kasrah, dan alif jatuh setelah fathah dengan panjang bacaan satu alif atau dua harakat (ketukan). 
Seperti kalimat وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا .Panjangnya kira-kira satu alif/ dua harakat. 

Contoh Mad Thobi'i 

1. Surat Al Ghasyiah

وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ خَاشِعَةٌۙ  

Wujuuhuyyaumaidzin khoosyi'ah. 
(Terdapat wawu sukun setelah dhomah)  

2. لَّا يُسْمِنُ  (terdapat alif sukun setelah fathah) 
3. فِيْهَا عَيْنٌ جَارِيَةٌۘ   (Terdapat ya sukun setelah kasroh).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut