Cara membacanya yaitu dengan cara menggantikan atau mengubah huruf نْ ataupun tanwin jadi seperti suara huruf mim sukun (مْ), oleh karenanya ketika nun mati ataupun tanwin akan bertemu dengan huruf ba (ب , maka bibir atas dan bibir bawah tersebut posisinya tertutup, dan juga diiringi dengan suara dengung kurang lebih 2 harakat. Contohnya:
كُلُّ حِزْبٍ بِمَا
Pada kalimat tersebut, terdapat Tanwin bertemu dengan ب.
5. Ikhfa Haqiqi
Hukum ini terjadi apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf-huruf ikhfa haqiqi. Adapun huruf Ikhfa Haqiqi adalah sebagai berikut: ت ث ج د ذ ز س ش ص ض ط ظ ف ق ك
Ikhfa artinya menyamar atau menyembunyikan sedangkan haqiqi artinya sungguh-sungguh. Oleh karena itu, cara membacanya harus terang dengan adanya dengung. Sebagai contoh:
فَأَنْجَيْنَاه
Hukum Ikhfa Hakiki pada kalimat di atas terdapat pada nun mati bertemu dengan ج
6. Ikhfa Syafawi
Hukum ini terjadi apabila mim mati bertemu dengan huruf ikhfa syafawi, yakni Ba ب. Caranya membacanya adalah menyamarkan suara mim mati dengan diiringi dengungan.
Dengungnya akan tidak terdengar jelas karena huruf mim mati dan ba memiliki tempat keluar yang sama yaitu dua bibir. Ini mirip seperti Iqlab, tetapi cara membacanya tidak dileburkan seperti Iqlab.