Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Masya Allah! Begini Penampakan Matahari Tepat di Atas Kakbah saat Hari Arafah
Advertisement . Scroll to see content

Pengertian Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dan Hikmahnya bagi Muslim

Senin, 08 Maret 2021 - 16:15:00 WIB
Pengertian Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dan Hikmahnya bagi Muslim
Nabi Muhammad SAW memulai peristiwa dahsyatnya melakukan perjalanan suci Isra Miraj dari Masjidil Haram, Kota Mekkah, Arab Saudi. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

Firman Allah Swt:

{الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ}

yang telah Kami berkahi sekelilingnya. (Al-Isra: 1)

Yakni tanam-tanamannya dan hasil buah-buahannya.

{لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا}

Artinya: agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. (Al-Isra: 1)
Maksudnya, Kami perlihatkan kepada Muhammad sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Kami yang besar-besar.

Dalam ayat lain disebutkan melalui firman-Nya:

{لَقَدْ رَأَى مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى}

Sesungguhnya Dia telah melihat sebagian tanda-tanda (ke­kuasaan) Tuhannya yang paling besar. (An-Najm: 18)
Kami akan mengetengahkan hadis-hadis yang menceritakan peristiwa Isra ini yang bersumber dari Nabi Saw.

Firman Allah Swt:

{إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ}

Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Menge­tahui. (Al-Isra: l)
Allah Maha Mendengar semua ucapan hamba-hamba-Nya, yang mukmin maupun yang kafir yang membenarkan maupun yang mendustakan di antara mereka. Dan Dia Maha Melihat semua perbuatan mereka: Maka kelak Dia akan memberikan kepada masing-masing dari mereka balasan yang berhak mereka terima di dunia dan di akhirat.

Para ulama hadits menyatakan bahwa Rasulullah SAW menjalani Isra-nya dalam keadaan terjaga, buka dalam keadaan tidur (mimpi), yaitu dari Mekah ke Baitul Maqdis dengan mengendarai Buraq. Disebutkan bahwa setelah Nabi SAW di depan pintu Masjidil Aqsa. Nabi SAW lalu menambatkan hewan kendaraannya di dekat pintu masjid, lalu memasukinya dan me­ngerjakan shalat menghadap ke arah kiblat sebanyak dua rakaat, yaitu salat tahiyyatul masjid (penghormatan pada masjid).

Kemudian didatangkan Miraj, sebuah alat seperti tangga bentuknya, memiliki undagan-undagan untuk naik ke atas. Lalu Nabi Saw. menaikinya menuju ke langit yang terdekat, kemudian ke langit-langit selanjutnya sampai ke langit yang ketujuh.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut