Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah, Boleh Diniatkan Puasa Qadha Ramadhan?
Misalnya saat bertepatan hari Arafah seseorang melakukan puasa dengan niat qadhanya saja, maka secara otomatis akan tetap memperoleh kesunahan puasa Arafah.
Berikut adalah Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah dan Arafah, Lengkap dengan Bacaan Arab, Latin, dan Artinya:
Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shouma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala
Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.
Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى
Latin: Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta'ala.
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى
Latin: Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta'ala
Artinya : Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta'ala.
Demikian ulasan niat puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah. Selain itu, penting untuk dipahami niat puasa 9 hari sebelum Idul Adha tersebut boleh diniatkan qadha atau membayar puasa Ramadhan tanpa harus menghilangkan pahala dari kesunnahan puasa Dzulhijjah itu sendiri. Wallahualam bisawab
Editor: Komaruddin Bagja