Mengapa Ramadhan Disebut Bulan Istimewa? Berikut Penjelasannya
Semua itu dimulai sejak terbitnya fajar shadiq hingga terbenamnya Matahari. Kewajiban puasa tercantum dalam firman Allah dalam Al-Qur’an, yaitu:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah [2]: 183).
Selain itu, bulan Ramadhan diyakini menjadi bulan yang sangat mulia, karena menjadi bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai pedoman manusia untuk mendapatkan hidayah dan petunjuk dari-Nya. Oleh karena itu, tidak heran jika di setiap masjid dan mushala, ada banyak umat Islam membaca Al-Qur’an dengan bentuk tadarus.
Semua itu mereka lakukan selain untuk meraih pahala dari Allah, juga sebagai bentuk syukur kepada-Nya, karena telah dipertemukan dengan bulan diturunkannya Al-Qur’an. Hal itu sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya, yaitu: