Makna Tahun Baru Islam bagi Umat Islam di Bulan Muharram, Inilah 5 Momentum Berharga
Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa." (QS. At-Taubah: 36)
Jika berkaca pada peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW, Tahun Baru Islam juga memiliki makna semangat perjuangan yang tak kenal putus asa. Momentum ini juga dapat dimaknai sebagai semangat Hijrah Rasul dari Mekah ke Madinah.
Nabi Muhammad SAW dan para sahabat begitu gigih dan tak kenal lelah dalam menyebarkan agama Islam, meski menghadapi berbagai rintangan dan cobaan. Nabi Muhammad SAW harus hijrah ke Kota Madinah meninggalkan tanah kelahirannya, saudara, dan harta benda demi memenuhi perintah dan wahyu yang diberikan Allah SWT.
Sebagaimana disinggung di awal, Muharram adalah bulan mulia. Saking mulianya, bulan ini bahkan disebut sebagai 'bulan Allah'.
Bagi umat Muslim, bulan ini dapat dijadikan jalan untuk mendulang pahala. Setiap amal ibadah dan kebaikan yang dilakukan di bulan Muharram akan dilipatgandakan ganjarannya.
Sejumlah amalan yang bisa dilakukan di bulan Muharram salah satunya adalah puasa. Puasa Muharram dapat dilakukan mulai tanggal 1. Ada juga puasa Tasu’a yang dilaksanakan pada tanggal 9, berikutnya adalah puasa Asyura yang dilakukan pada 10 Muharram. Puasa Asyura sangat dianjurkan karena umat Muslim bisa mendapatkan pengampunan dosa-dosa kecil setahun yang lalu.
Demikian makna Tahun Baru Islam bagi umat Muslim di bulan Muharram. Selamat merayakan Tahun Baru Islam 2022 / 1444 H.
Editor: Komaruddin Bagja