Latar Belakang Munculnya Khulafaur Rasyidin dan Kisah Para Khalifahnya
Khulafaur Rasyidin juga bertanggung jawab atas penerapan kalender Islam, yang berasal dari hijrah Muhammad (Hijrah) dari Mekah ke Madinah (622), dan pembentukan sistem pembacaan Al-Quran yang otoritatif.
Dikutip dari situs World History, Abu Bakar, yang merupakan orang kepercayaan Nabi Muhammad dan laki-laki pertama yang masuk Islam mendapat dukungan mayoritas umat Islam (Muslim Sunni) untuk mengambil gelar Khalifah (Khalifah) sepeninggal Nabi Muhammad.
Setelah terpilih, Abu Bakar menunjukkan kemampuannya untuk memerangi orang-orang murtad sepeninggal Nabi, yang dikenal dengan istilah Perang Ridda.
Pada akhir Perang Ridda, seluruh Jazirah Arab bersatu di bawah panji Islam, dan karena hal ini, Abu Bakar disebut sebagai pendiri Islam kedua. Ia lalu memperluas wilayah Islam sampai ke Bizantium hingga akhirnya meninggal dunia.
Abu Bakar mendapat dukungan dari banyak orang berpengaruh; salah satu dari orang-orang tersebut adalah Umar bin Khattab, sahabat Nabi Muhammad, yang dikenal karena sifatnya yang berapi-api dan pendiriannya yang teguh terhadap keadilan. Abu Bakar lebih memilih dia sebagai penerusnya dan menjadi khalifah berikutnya.
Selama sepuluh tahun pemerintahannya, Umar mempertahankan kekuasaannya dengan ketat. Ia memperkenalkan diwan, yang merupakan sebuah birokrasi primitif untuk bertanggung jawab membayar gaji dan pensiun para prajurit.
Umar juga melindungi penduduk lokal yang baru ditaklukkan dari penjarahan yang dilakukan oleh pasukannya dengan memisahkan angkatan bersenjata dari penduduk lainnya di kota-kota garnisun seperti Fustat di Mesir; dan Kufah dan Basra di Irak. Ia memperkenalkan banyak reformasi dan institusi yang belum pernah dialami oleh orang-orang Arab sebelumnya, seperti kepolisian, pengadilan, dan parlemen, dan bahkan memperkenalkan kalender Islam atau Hijriah.