Kisah Teladan 7 Pemuda Ashabul Kahfi Mempertahankan Iman
Artinya: "dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri lalu mereka berkata:"Rabb kami adalah Rabb langit dan bumi, kami sekali-kali tidak menyeru Ilah selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran. (QS. Al Kahfi Ayat 14).
Mulanya, Dikyanus ialah seorang penyembah berhala yang sangat fanatik. Ia menyebar mata-mata ke seluruh negeri Syam untuk mengetahui orang-orang yang tidak menyembah berhala. Jika ia menemukan orang yang tidak menyembah berhala seperti yang Dikyanus lakukan maka, ia mereka akan diseret ke hadapan Dikyanus. Mereka yang tidak menyembah berhala akan di seret ke alun-alun dan dipenggal di sana. Dikyanus ialah manusia dengan hati bagai batu.
Dia tertawa lebar menyaksikan jerit dan tangisan keluarga yang ditinggal dan disaksikan oleh seluruh penduduk Syam. Setiap kali kaisar Romawi mengabarkan bahwa ia sangat senang dengan kepemimpinan Dikyanus. Maka, Diqyanus segera menggelar pesta besar.
Suatu hari Dikyanus, mengadakan pesta pernikahan besar. Ia mengundang seluruh rakyatnya untuk hadir tanpa terkecuali. Seluruh penduduk diperintahkan agar menghias rumahnya dengan lampu-lampu yang cantik. Hari yang dinanti nati itu pun tiba.
Orang-orang berkumpul di sekitar istana yang dikelilingi sebuah parit yang sangat lebar. Mereka menari dan bernyanyi bersama. Sementara itu para menteri memadati istana. Tidak lama kemudian munculah Dikyanus dan mempelai wanitanya yang disambut meriah dengan sorak tepuk tangan.