Kisah Pertemuan Nabi Muhammad SAW dengan Pendeta Nasrani Buhaira
Abu Thalib tampak ketakutan dengan peringatan itu. Dia yakin bahwa apa yang dikatakan Buhaira itu benar. Maka dari itu, segera setelah urusan perdagangannya selesai, Abu Tholib segera membawa Muhammad pulang. Sesulit apa pun beban hidupnya, Abu Tholib tidak pernah lagi pergi berdagang ke tempat jauh demi melindungi keponakannya itu.
Jalur yang dilewati kafilah Abu Tholib adalah jalan kafilah Barat yang menyusuri Laut Merah, Madyan, Wadi Al Qurra, Hijir, dan Kota Bushra.
Berita kerasulan Muhammad Saw yang disampaikan oleh pedagang Yahudi di Makkah, penduduk Yahudi Madinah, pendeta Buhaira di wilayahSyam dan pendeta Waraqah bin Naufal di Makkah mengisayaratkan adanya kabar tersebut dari kitab dan para Nabi dahulu.
Tanda-tanda kerasulanMuhammad Saw yang diselidiki oleh Salman Al-Farisy atas wasiat seorang pendeta Kristen Umuriyah dan oleh Tanukhi, utusan raja Romawi Timur disaat itu, juga semakin memperjelas masalah ini.
Tentang adanya pemberitaan dari Nabi Isa As, Allah Swt menegaskan di dalam Al Quran dalam Surat Ash Shaf ayat 6: