Kisah Nabi Syits, Nabi Kedua setelah Adam AS
Sebelum Nabi Adam Wafat, Syits menerima beberapa wasiat dari ayahnya termasuk perintah untuk memerangi Qabil yang durjana. Nabi Adam memberitahukan Syits tentang akan terjadinya topan dan kehancuran alam. Selain itu diajarkan pula kepadanya tentang waktu-waktu ibadah dalam sehari semalam.
Dikeluarkan juga seutas tali dari sutera yang memuat gambaran tentang para nabi dan orang-orang yang akan menguasai dunia. Tali tersebut diturunkan kepada Adam dari surga dan diberikannya kepada Syits untuk dilipat dan disimpan di dalam tabut (sejenis peti) yang harus terkunci.
Adam lalu mencabut beberapa lembar rambut dari janggutnya dan meletakkannya ke dalam tabut sambil berkata, “Hai anakku, ambillah rambut-rambut ini, dan bawalah bersamamu ketika menghadapi urusan yang penting. Rambut-rambut ini akan membantumu mengalahkan musuh selama masih ada bersamamu. Apabila engkau melihat rambut-rambut tersebut memutih, maka ketahuilah bahwa ajalmu telah dekat dan engkau akan meninggal pada tahun itu.
Kemudian Nabi Adam mencopot cincinnya dan memberikannya kepada Syits serta menyerahkan tabut dan suhuf yang telah diturunkan kepadanya.
Adam berkata, “Wahai anakku, perangilah saudaramu, Qabil. Sesungguhnya Allah akan menolongmu untuk mengalahkannya.” Demikianlah wasiat terakhir yang disampaikan oleh Adam kepada anaknya, Syits.
Hal itu kemudian berujung pada peperangan pertama di muka bumi setelah Nabi Adam diturunkan ke dunia. Dalam peperangan tersebut, Qabil kalah dan akhirnya menjadi tawanan. Kedua tangan Qabil dibelenggu ke atas pundak dan ia ditahan ditempat yang sangat panas hingga meninggal.
Wallahu a’lam
Editor: Komaruddin Bagja