Kisah Nabi Sulaiman Kehilangan Cincin hingga Kerajaan Diambil Alih Setan
Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa nama setan (Jin) tersebut adalah Sakhr, demikianlah menurut Ibnu Abbas dan Qatadah. Menurut pendapat lain nama setan itu adalah Asif, kata Mujahid. Menurut pendapat yang lainnya lagi adalah Asruwa, yang juga kata Mujahid. Menurut As-Saddi, nama setan itu adalah Habyaq.
Berkaitan dengan ayat tersebut di atas, Ibnu Abbas ra mengatakan ketika Nabi Sulaiman hendak memasuki kamar kecil, ia menyerahkan cincinnya itu kepada Jaradah, salah seorang istrinya yang paling dicintainya.
Tiba-tiba datanglah setan yang menyerupai dirinya dengan Sulaiman, lalu berkata kepada Jaradah, "Berikanlah cincinku kepadaku," maka Jaradah menyerahkan cincin itu kepadanya. Setelah setan itu mengenakan cincin tersebut, tunduklah kepadanya semua manusia, jin, dan setan.
Ketika Sulaiman keluar dari kamar kecilnya, berkatalah ia kepada istrinya, "Kemarikanlah cincinku!" Jaradah menjawab, "Bukankah tadi telah kuberikan kepada Sulaiman?" Sulaiman as berkata, "Akulah Sulaiman." Jaradah menjawab, "Kamu dusta, bukan Sulaiman."
Kemudian Sakhr menyerupakan dirinya dengan Suliaman; ia datang ke kerajaannya, lalu duduk di atas singgasananya. Sejak saat itu Sakhr menguasai seluruh kerajaan milik Nabi Sulaiman, kecuali istri-istri Nabi Sulaiman. Sakhr menjalankan roda pemerintahan dan memutuskan peradilan di antara mereka, tetapi mereka memprotes banyak hal yang telah diputuskannya, hingga mereka mengatakan, "Sesungguhnya Nabi Allah mendapat cobaan."