Kisah Nabi SAW Batal Bocorkan Waktu Lailatul Qadar, Ini Penyebabnya
"Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Khalid bin Al Harits telah menceritakan kepada kami Humaid telah menceritakan kepada kami Anas dari ‘Ubadah bin Ash-Shamit berkata; Nabi SAW keluar untuk memberitahukan kami tentang Lailatul Qadar. Tiba-tiba ada dua orang dari Kaum Muslimin yang tengah berbantah-bantahan. Akhirnya Beliau berkata: “Aku datang untuk memberitahukan kalian tentang waktu terjadinya Lailatul Qadar namun fulan dan fulan tengah berdebat sehingga kepastian waktunya diangkat (menjadi tidak diketahui). Namun semoga kejadian ini menjadi kebaikan buat kalian, maka carilah pada malam yang kesembilan, ketujuh dan kelima (pada sepuluh malam akhir dari Ramadhan)”.
"Jadi, Nabi Muhammad urung ‘membocorkan’ karena info kepastian waktu datangnya lailatul qadar pada malam keberapa telah diangkat kembali oleh Allah. Atau dalam redaksi di riwayat lain, Nabi menjadi lupa hal itu. Itu semua dikarenakan terjadinya pertengkaran kedua sahabat Nabi di dalam Masjid, yang dalam riwayat Sahih Muslim disebut “keduanya merasa benar dan ‘didampingi’ oleh Syetan” —untuk mendeskripsikan emosi keduanya," ujarnya dikutip iNews.id dari akun facebooknya, Senin (3/5/2021).
Yang menarik, Imam Bukhari tidak mencantumkan kedua nama Sahabat itu. Sepertinya Imam Bukhari (atau para perawi yang meriwayatkan kisah ini) tidak mau menjatuhkan martabat agung kedua Sahabat Nabi tersebut. Tentu kalau kemudian nama keduanya menjadi diketahui umat generasi berikutnya itu semata-mata hanya untuk mengambil pelajaran saja, bukan untuk merendahkan kedua beliau radhiyallah ‘anhuma.
Kisah batalnya Nabi SAW membocorkan waktu lailatul Qadar juga tertuang dalam Tafsir Ibnu Katsir dalam Surat Al Qadr.
Imam Syafii dalam pendapatnya yang mengatakan bahwa Lailatul Qadar itu tidak berpindah-pindah melainkan ada di malam tertentu dari bulan Ramadan beralasan dengan apa yang telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari di dalam kitab sahihnya melalui -Ubadah ibnus Samit yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. muncul untuk memberitahukan kepada kami tentang malam kemuliaan, maka tiba-tiba muncul pula dua orang dari kalangan kaum muslim (menemuinya). Setelah itu Rasulullah SAW bersabda: