Kisah Nabi Musa Memukul Malaikat Maut saat Hendak Dicabut Nyawanya
JAKARTA, iNews.id - Kisah Nabi Musa alaihisalam (as) memukul malaikat maut Izroil atau malaikat pencabut nyawa disebutkan dalam hadits sahih.
Kematian adalah keniscayaan bagi tiap orang tak terkecuali para nabi. Jika kematian sudah tiba, tak seorang pun yang bisa menunda atau minta didahulukan.
Allah SWT berfirman:
قُلْ لَّآ اَمْلِكُ لِنَفْسِيْ ضَرًّا وَّلَا نَفْعًا اِلَّا مَا شَاۤءَ اللّٰهُ ۗ لِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌ ۚاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ
Katakanlah:"Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah". Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya). (QS. Yunus: 49)
Berkaitan dengan kematian, ada kisah Nabi Musa as yang memukul malaikat maut saat hendak dicabut nyawanya. Kisah Nabi Musa ini disebutkan dalam hadits Nabi SAW dalam Kitab Sahih Bukhari yang diriwayatkan Abu Hurairah radhiallahu 'anhu.