Hikmah Kisah Nabi Khidir dan Nabi Musa dalam Alquran
JAKARTA, iNews.id - Nabi Khidir alaihisalam disebutkan secara implisit oleh Allah dalam Surat al-Kahfi ayat 60-65 dan ayat 82. Berdasarkan hadits-hadits sahih yang dimaksud 'Hamba' dalam ayat tersebut adalah Nabi Khidir yang memiliki nama Balya ibni Malkan.
Kisah Nabi Khidir ini disebutkan dalam Alquran:
{فَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا}
Artinya: Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami. (Al-Kahfi: 65)
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyatakan bahwa Hamba tersebut adalah Khidir a.s. menurut apa yang ditunjukkan oleh hadis-hadis sahih dari Rasulullah Saw.
Diriwayatkan dari Ubay ibnu Kaab ra, bahwa dia pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, "Sesungguhnya Musa berdiri berkhotbah di hadapan kaum Bani Israil, lalu ia bertanya kepada mereka, Siapakah orang yang paling alim (berilmu)? (Tiada seorang pun dari mereka yang menjawab), dan Musa berkata, Akulah orang yang paling alim."