Khutbah Jum'at tentang Ukhuwah Islamiyah yang Harus Terus Dipupuk
Akibatnya, banyak individu atau kelompok yang mengaku paling toleran, paling pancasila, paling cinta NKRI. Bagaimana mereka mengatakan Islam seperti itu, padahal jelas dalam Pembukaan UUD tahun 1945 tertera “berkat rahmat Allah” bangsa Indonesia merdeka. Bahkan dalam pancasila dikatakan dalam sila ke satu “Ketuhanan yang Maha Esa”, yang itu merupakan sebuah hasil pemikiran berdasarkan akidah yang lurus yakni keyakinan hanya Allah lah yang patut disembah. Artinya banyak dari kalangan santri, ulama dan kyai ikut andil dalam memperjuangkan kemerdekaan Indoesia.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Dampak lebih jauh dari stigma negatif yang disudutkan kepada umat Islam ini juga membuat perpecahan ditubuh umat itu sendiri. Maka, umat Islam haruslah cerdas dalam menghadapi hal seperti ini. Yakni dengan cara tasamuh (saling toleransi) dan tafahum (saling memhami) atas perbedaan faham yang ada. Jangan sampai mau di adu domba oleh pihak-pihak yang tidak senang bila umat Islam Indonesia bersatu dan saling bekerja sama.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Umat Islam harus mempunyai prinsip yang benar sesuai dengan pedoman al-Quran dan sunnah. Jangan bersikap yang jauh dari apa yang telah termaktub dalam dua sumber hukum umat Islam. Maka takwa adalah sebuah perisai diri dari perbuatan menyimpang yang bisa menjerumuskan orang-orang yang beriman.
Diingat selalu, bahwa orang beriman itu adalah saudara. Perbedaan paham tidak bisa menjadi alasan untuk saling membenci, perbedaan ada untuk saling dihargai dan saling dihormati satu dengan yang lainnya.
بَارَكَاللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ القُرْآنِ العَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَ الذِكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَا وَتَهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ.
Demikian naskah Khutbah Jum'at tentang Ukhuwah Islamiyah. Semoga bermanfaat.
Wallahu A'lam
Editor: Kastolani Marzuki