Khutbah Jumat tentang Siapa Diri Kita
Ketika seseorang masuk kedalam dunia rumah tangga, dirumah tangga itu ada kekuasaan yang melekat dengan aqdun-nikah itu otomatis ada kekuasaan yang berupa kewajiban yang berupa kewajiban dan haq yang melekat didalam hubungan perkawinan. Ketika muncul seorang anak, lahir seorang anak dari hubungan perkawinan itu, maka lahirnya anak akan menimbulkan sebuah mandatais baru, ada mandat baru, sebagai seorang ayah, sebagai seorang ibu. Ketika kita harus dipasrahi masyarakat dalam lingkup lingkungan kehidupan masyarakat, maka apapun lingkup kekuasaan itu disana punya sekuensi yang berupa otoritas dan kekuasan yang harus kita gunakan.
Di situlah seluruhnya membutuhkan ilmu itu. Wa-ulul ilmi qoiman bil-qisthi, Allah menandaskan orang yang bisa mengambil keputusan yang adil itu orang yang berilmu. Adil itu ukurannya proposional, kemampuan untuk mengambil keputusan dengan sangat bijaksana. Bukan lalu keputusan yang tidak mengakitkan orang, keputusan itu pasti ada risiko menyakiti orang. Tetapi itu sepanjang itu dilakukan dengan prinsip-prinsip kebijakan dan keadailan, maka tentu itu keputusan yang sudah benar dan tidak mempunyai cacat di dalam pandangan agama.
Oleh karena itulah kita berharap danterus berdoa kepada Allah Subhnahu wata’ala diberikan ma’unah dan taufiqnya untuk terus bisa menyempurnakan diri dalam ibadah maupun dalam memahami, mempelajari pesantren ini. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.
وَالۡعَصۡرِ اِنَّ الۡاِنۡسَانَ لَفِىۡ خُسۡرٍۙ ِالَّا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوۡا بِالۡحَقِّ ۙ وَتَوَاصَوۡا بِالصَّبۡر بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Editor: Kastolani Marzuki