Khutbah Jum'at tentang Memakmurkan Masjid dan Keutamaannya bagi Orang Beriman
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Seandainya masjid-masjid dapat berbicara, tentunya yang terucap hanya keluhan dan gugatan atas perbuatan manusia terhadap dirinya. Dia dibangun beramai-ramai diiringi dengan berbagai pengorbanan dan penderitaan, namun ditinggal dan disia-siakan, setelah berdirinya. keindahannya hanya tinggal dalam kebisuan. Hening ditinggal para penghuninya.
Masjid dalam keadaan yatim piatu, tiada mengasuh dan memakmurkannya, menyendiri dengan kesucian dan keagungannya. Hanya diisi para sepuh yang sudah renta sambil menunggu habis kontrak mereka di dunia ini. Yang lain, tertinggal jauh terkalahkan dan terlena oleh kemegahan berbagai bangunan dan kesibukan atas gemerlap duniawi.
Padahal di sinilah porosnya, perbaikan dan kedamaian manusia hanya bersumber dari dalamnya. Inilah jantung kehidupan mereka, namun mereka tidak merasa memilikinya, lalu bagaimanakah kehidupan, jika tanpa jantung di dalamnya?
Allah berfirman,
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آَمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآَتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ
Artinya: Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, emnunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. At-Taubah : 18)