Khutbah Jumat Bulan Syawal 2022 tentang Hikmah Puasa Ramadhan
Adapun hal yang pertama adalah sebagaimana tujuan Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan untuk menjalankan rukun Islam yang keempat ini agar menjadi hamba-hamba yang bertaqwa. Hamba yang senantiasa mengabdikan dirinya kepada sang Pencipta langit dan bumi, hamba Sang Maha Kasih dan Sayang yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala. sebagaimana tertuang dalam firman-Nya di dalam QS: Al-Baqarah:183 yang berbunyi :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (QS:Al-Baqarah:183).
Takwa di sini bukan hanya sebagai label atau kata belaka, melainkan diperintahkan untuk benar-benarr mengamalkannya. Semula makan dan minum yang menjadi barang mubah, di dalam Ramadhan diperintahkan untuk menahannya dari terbit fajar hingga matahari terbenam. Tidak hanya itu, syahwat yang secara sah dapat lampiaskan kepada pasangan kita, saat melaksanakan Ramadhan juga diperintahkan untuk membendungnya.
Semua itu tidak lain adalah ujiuan bagi kita, apakah kita akan mentaati perintah-Nya ataukah justru mengabaikan perintah-perintah-Nya.