Betapa banyak orang saling bunuh ketika mereka dalam keadaan mabuk berat. Betapa banyak orang kehilangan harta hasil jerih payah mereka sepanjang hidup dalam judi. Dan itu terjadi saat mereka berada di bawah pengaruh miras. Betapa banyak orang merampas kehormatan kerabat dekat mereka sendiri akibat miras yang telah menghilangkan akal sehat mereka.
Amat miris ketika kita mendengar betapa banyak generasi muda mengira bahwa miras adalah lambang kemajuan dan simbol modernitas. Padahal sebenarnya mereka hanyalah manusia-manusia kuno dan ketinggalan zaman yang tidak mau berpikir dengan akal sehat mereka.
Bahkan sebagian orang ada yang tersesat lebih jauh lagi. Selain menenggak miras, ia juga pemakai narkoba. Kita semua mafhum akan berbagai dampak negatif yang ditimbulkan oleh narkoba. Kepada mereka, kita katakan: Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ (سورة المائدة: ٩١
Maknanya: “Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian lantaran (meminum) khamar dan berjudi, dan menghalangi kalian dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kalian (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (QS. al-Ma’idah: 91).