Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Fenomena Gerhana Bulan Blood Moon Hiasi Langit Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Khutbah Gerhana Bulan: Melawan Takhayul, Mitos, dan Klenik dengan Ilmu

Rabu, 26 Mei 2021 - 11:41:00 WIB
Khutbah Gerhana Bulan: Melawan Takhayul, Mitos, dan Klenik dengan Ilmu
Muslim mendengarkan khutbah. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

1. CHINA, NAGA MURKA

Orang-orang China mempercayai bahwa gerhana bulan terjadi disebabkan kemarahan seekor naga yang berukuran besar sedang murka hingga mampu melahap bulan mentah-mentah. Istilah dalam bahasa China disebutkan sebagai “CHIH ” atau memangsa. Demi menyelamatkan bulan, manusia kemudian membuat semacam keributan di bumi. Tujuannya adalah agar sang naga kembali memuntahkan bulan. Salah satu caranya adalah dengan memukul-mukul alat musik perkusi,  membunyikan petasan besar atau apa saja yang serba berisik. Tradisi ini masih dilestarikan hingga sekarang.

2. JEPANG, RACUN PARA DEWA

Bagi orang Jepang, gerhana bulan adalah saat dimana para dewa mulai menebarkan racun hitam pekat ke seluruh penjuru dunia. Saking pekatnya racun tersebut hingga langit malampun menjadi gelap total. Masyarakat Jepang dahulu biasanya langsung mengambil tindakan serentak dengan melindungi sumur-sumur mereka. Menutupi sumber air minum tersebut dengan benda apa saja. Sejumlah laki-laki yang memiliki nyali kemudian berjaga di tepi sumur lengkap dengan samurai hingga gerhana bulan lewat.

3. PRANCIS, SETAN TURUN KE DUNIA

Salah satu rajanya yang bernama Louis (tidak dijelaskan Louis ke berapa) tewas dalam histeria dan ketakutan menyayat.  Ini karena disaat dia sedang tidur,  mendadak terbangun dalam gulita, terlebih ketika melongok keluar jendela tidak dijumpainya tampilan bulan. Louis tewas setelah sebelumnya berteriak-teriak keras bahwa setan sebentar lagi akan turun ke dunia.

4. JAMAICA, PELAYAN DEWA

Colombus sang penjelajah lautan, Dalam pelayarannya, terdampar di Jamaica karena kapalnya mengalami kerusakan sangat parah. Colombus tahu perbaikan akan menyita banyak tenaga dan waktu di tempat asing tersebut. Anak buahnya yang tak seberapa, tak mungkin hanya fokus memperbaiki kapal saja. Mereka juga harus mencari bahan makanan selama proses perbaikan berlangsung. Hal ini tentu akan makin memperlama keberadaan mereka di Jamaica. Kebetulan sekali gerhana bulan terjadi. Colombus kemudian menggunakan ilmu pengetahuannya untuk membohongi masyarakat. 

Colombus berkata pada penduduk lokal bahwa mereka harus segera membantu dirinya dan crew kapal mencarikan makan dan minum sebelum dewa junjungannya marah dan bulan ditelannya bulat-bulat. Semula penduduk tak percaya, namun ketika bulan benar-benar menghilang, penduduk ketakutan. Mereka lantas berduyun-duyun secara sukarela melayani Colombus sang pelayan dewa, hingga kapalnya berhasil kembali berlayar. Lengkap dengan berbagai perbekalan berlimpah.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut