Mengenal 4 Orang Khulafaur Rasyidin dan Masa Kepemimpinannya dalam Sejarah Islam
Selain itu, beliau juga membentuk angkatan laut, memperluas wilayah Islam, merenovasi masjid Nabawi, dan masih banyak lainnya.
4. Ali bin Abi Thalib ra. (36-41 H / 656-661 M)
Khalifah keempat Ali bin Abi Thalib dilahirkan di kota Makkah pada tanggal 12 Rajab tahun ke-30 setelah kelahiran Nabi Muhamad SAW. Ibunya bernama Fatimah binti Asad. Ibunya memberinya nama al-Haidarah yang berarti Asad (singa), kemudian ayahnya menggantinya dengan sebutan Ali.
Ali bin Abi Thalib dibesarkan dan dididik oleh Nabi Muhamad SAW. Ia masuk Islam setelah Siti Khadijah. Karena keberaniannya yang luar biasa, Sahabat Ali mendapat gelar “Singa Allah” dan “Karamallahu Wajhahu” (semoga Allah memuliakan wajahnya).
Khalifah Ali merupakan putra dari paman Nabi sekaligus sebagai menantu Nabi Muhamad SAW. Ali bin Abi Thalib masuk Islam diusia yang sangat muda dan banyak membantu perjuangan Nabi. Setelah enam hari dari wafatnya Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib diangkat menjadi khalifah pengganti perjuangan Usman bin Affan.
Khalifah Ali bin Abi Thalib berjasa dalam mengganti pejabat-pejabat yang kurang cakap, membenahi keuangan Negara (Baitul Maal), memajukan bidang Ilmu bahasa, memajukan pembangunan, memadamkan pemberontakan di kalangan Umat Islam dan lainnya.
Dalam menjalankan tugasnya, para Khulafaur Rasyidin senantiasa meneladani kepemimpinan Rasulullah. Sifat dan akhlaknya sebagai pemimpin masyarakat, kepala Negara dan kepala Pemerintahan tercermin dari sifat-sifat utama yang dimilikinya.
Editor: Kastolani Marzuki