Keutamaan Puasa Daud, Bacaan Niat dan Tata Caranya
Abdullah bin Amru bin Al Ash radliallahu anhuma berkata; Nabi shallallahu alaihi wasallam datang menemuiku. Lalu dia menceritakan hadits yang Beliau sabdakan, yaitu: "Sesungguhnya istrimu mempunyai hak atasmu dan sesungguhnya istrimu mempunyai hak atasmu". Dan aku bertanya tentang shaum (puasa) Daud. Maka Beliau menjawab: "Itu sama halnya separoh dari puasa Dahar (puasa sepanjang tahun) ". (HR. Bukhari) [ No. 1974 Fathul Bari] Shahih.
Puasa Daud merupakan salah satu puasa sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan Muslim. Puasa sunnah ini dikerjakan selang sing artinya sehari puasa sehari tidak.
Rasulullah SAW bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ صِيَامُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام كَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا
“Puasa yang paling utama adalah puasanya Nabi Daud AS, ia berpuasa sehari dan berbuka (tidak berpuasa) sehari” (H.R. An-Nasa`i).
Sebelum menjalani puasa Daud, Muslim terlebih dulu harus mengetahui niatnya. Dengan berniat semakin memantapkan amalan yang dilakukan. Sebab, apa pun amalan yang tidak disertai niat maka tertolak.