عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijjah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya," HR. Abu Daud no. 2437.
Hadits tersebut pula yang membuat berpuasa 3 hari sebelum Idul Adha sangat dianjurkan. Ketentuan pelaksanaan puasa sunnah tersebut dilakukan sama seperti puasa pada umumnya di dalam Islam. Akan tetapi, niat atau doa dan keutamaannya tentu berbeda.
Demikian ulasan terkait Keutamaan puasa 3 hari sebelum Idul Adha. Penting untuk dipahami bahwa melakukan amalan di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah dengan niat mendapat keberkahan Allah SWT sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan yang luar biasa. Wallahualam bisawab
Editor: Komaruddin Bagja