Kenapa Bulan Syaban Disebut Bulannya Nabi Muhammad SAW? Berikut Penjelasannya
Bagi Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam (SAW), Syaban adalah bulan yang istimewa. Beliau SAW selalu menjadikan bulan sebagai momen memperbanyak puasa dan menyempurnakan ibadah.
1. Syin: syarafatun atau syafa'atun yang berarti kemuliaan dan syafaat.
2. 'Ain: Al 'izzah wa karomah yang berarti kemenangan dan karomah.
3. Ba': Al Birru yang artinya kebaikan.
4. Alif: Ulfah yang berarti rasa belas kasihan.
5. Nun: Nur yang artinya cahaya.
Sedangkan menurut istilah syaban berasal dari kata Syi'b yang berarti kelompok. Dinamakan begitu karena ketika masuk bulan syaban, orang-orang Arab kembali ke kelompok (suku) mereka masing-masing.
Mereka berkelompok lagi untuk berperang setelah sebelumnya pada bulan Rajab mereka duduk di rumah masing-masing.
Ulama Salaf Abu Bakar Al-Warroq Al-Balkhi rahimahullah pernah berkata: "Bulan Rajab adalah bulan untuk menanam, bulan syaban adalah bulan menyirami tanaman, dan bulan Ramadhan adalah bulan panen tanaman tersebut".
Nabi Muhammad SAW menjadikannya sebagai bulan penyempurna ibadah dan beliau mengisi syaban dengan banyak berpuasa seperti yang dikatakan Sayyidah 'Aisyah radhiallahu 'anha: "Aku sama sekali belum pernah melihat Rasulullah berpuasa dalam satu bulan sebanyak puasa yang beliau lakukan di bulan syaban, di dalamnya beliau berpuasa sebulan penuh." Dalam riwayat lain, "Beliau berpuasa di bulan syaban, kecuali sedikit hari." (HR. Muslim).
Dari Usamah bin Ziyad, ia berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah, 'Wahai Rasulullah, Aku tidak melihatmu banyak berpuasa seperti di bulan Syaban? Beliau menjawab, 'syaban adalah bulan yang dilupakan manusia, letaknya antara Rajab dan Ramadhan. Di bulan itu amal manusia diangkat (ke langit) oleh Allah dan aku menyukai saat amal diangkat aku dalam keadaan berpuasa." (HR. An-Nasai).
Editor: Komaruddin Bagja