Ibnu Katsir dalam tafsirnya juga menjelaskan:
وَلِهَذَا قَالَ بَعْضُ الْعُلَمَاءِ: مِنْ خَصَائِصِ هَذِهِ السُّورَةِ: أَنَّهَا لَا تُقْرَأُ عِنْدَ أَمْرٍ عَسِيرٍ إِلَّا يَسَّرَهُ اللَّهُ. وَكَأَنَّ قِرَاءَتَهَا عِنْدَ الْمَيِّتِ لِتُنْزِلَ الرَّحْمَةَ وَالْبَرَكَةَ، وَلِيَسْهُلَ عَلَيْهِ خُرُوجُ الرُّوحِ، وَاللَّهُ أَعْلَمُ.
Sebagian ulama berkata: “Di antara keistimewaan surat ini (surat Yasin), sesungguhnya tidaklah surat Yasin dibacakan pada suatu perkara suit, melainkan Allah Swt memudahkannya. Seakan-akan dibacakannya surat Yasin di sisi mayat agar turun rahmat dan berkah dan memudahkan baginya keluarnya ruh.
3. Dilimpahkan Kebaikan Dunia dan Akhirat
Keberkahan membaca Surat Yasin lainnya yakni dilimpahkan kebaikan dunia dan akhirat.
“تَعمُّ صاحِبَها بِخيْرِ الدَّارَيْنِ وَتدْفَعُ عنْهُ أهَاوِيْلَ الآخِرةِ َ”
Artinya: Surat Yasin melimpahkan kepada pembacanya kebaikan dunia dan akhirat.
4. Mendapat kebahagiaan
Keberkahan membaca Surat Yasin selanjutnya adalah orang yang rutin mengamalkannya akan mendapat kebahagiaan sepanjang hari.